Ikuti Kami di :            

INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI

Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo, Telp. (0352) 461037

DEMA KM-INSURI Po sertai Kongres ke-VI BEM PTNU se Nusantara di Universitas Wahid Hasyim Semarang

May, 03 2018 15:37
Oleh HUMAS INSURI Po

Ahad, (29/4) DEMA KM INSURI Ponorogo sebagai bangian dari BEM PTNU Nusantara ikut serta dalam acara kongres ke VI BEM PTNU se-Nusantara yang dihelat pada tanggal 26-29 April 2018 di kampus III gedung Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang dengan tema "Meneguhkan Peran Serta PTNU dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme". Diharapkan ke depannya, peran BEM PTNU semakin kuat dan dapat berkontribusi lebih masif lagi dalam menangkal radikalisasi minimal di kampusnya masing-masing.

Rektor UNWAHAS Mahmutarom dalam sambutanya menyambut baik tema yang di usung kali ini karena melihat radikalisme mulai berkembang di kalangan perguruan tinggi. Tercatat oleh Badan Intelijen Negara (BIN) 39 persen mahasiswa sudah terpapar ajaran radikalisme”. Sedangkan Budi Gunawan ketua Badan Intelijen Negara sangat semangat membangun kerjasama dengan PTNU karena memiliki Kesamaan misi kebangsaan antara BIN dan PTNU menjadi modal utama dalam membangun kerjasama ke depan dalam mengawal isu-isu radikalisme.

Kongres BEM PTNU se-Nusantara ini dihadiri sekitar 700 orang perwakilan dari setiap kampus di seluruh Indonesia yang berafiliasi dengan NU. Sejumlah tokoh agama, akademisi, pemerintah, BIN, dan mahasiswa yang hadir sepakat mengajak masyarakat umum untuk bersama-sama menolak gerakan radikal dan terorisme. Selain itu, PTNU harus berkembang dan memiliki nawacita yang lebih tinggi lagi karena saat ini peran PTNU sangat di butuhkan oleh masyarakat dan negara. PBNU yang di walkili oleh kyai Hanif memberikan padangan luas cita – cita Nahdlatul Ulama’ untuk terus meningkatkan pendidikan hingga go internasional, demi terciptanya pemuda NU khusunya Mahasiswa NU dapat bersaing unggul dengan mahasiswa umum.

Kongres ke VI ini mengangkat presidium nasional (presnas) Jatim - NTB Umar Sahid dari UNISMA, Jateng – DIY M Adam Syahroni dari Institut Ilmu Al Qur’an Annur Jogja, Jawa Barat Dhohir dari UNINUS  Bandung, DKI Jakarta Robiatul Addawiyyah dari STAI Az-Zaidah, Kalimantan Afif Afryandi Pradana dari STAIMA Sintang, Sumatra M Hasbi dari STAI Ma’arif Jambi.