Ikuti Kami di :            

INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI

Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo, Telp. (0352) 461037

Empat Dosen INSURI Ponorogo Menjadi Presenter International Seminar on Sharia, Law, and Muslim Societies di Surakarta.

May, 09 2018 11:29
Oleh HUMAS INSURI Po.

Selasa, (08/05) Pergulatan politik di tengah tahun politik menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Tak kunjung-kunjung perhelaian  dan perdebatan ini berdampak terhadap disintegrasi sosial pada masyarakat di belahan nusantara. Dengan demikian, mendorong para akademi untuk turut andil dalam memecahkan permasalahan ini.

Pada kesempatan ini, Selasa 08 Mei 2018 Fakultas Syariah IAIN Surakarta menyelenggarakan kegiatan "International Seminar on Sharia, Law, and Muslim Societies" di Syariah Hotel Solo mulai pagi hari pukul 07.00 WIB hingga sore hari pukul 17.00 WIB. Kegiatan ini dinarasumberi oleh beeberapa akademisi terkemuka di kalangan Nasional hingga Internasional seperti Mun'im Sirry, M.A.,Ph.D (Asisten Profesor di University Notre Dame USA) dan Nandang Sutrisno, S.H., M.Hum., LLM., Ph.D (Rektor UII Yogyakarta). Mun'im Sirry dalam orasinya menjelaskan bahwa permasalahan kegaduhan bias politik di nusantara tidak hanya dapat diselesaikan dengan rekonsiliasi antar beberapa kubu, akan tetapi juga dengan cara-cara normatif yang dapat memulihkan disintegrasi sosial masyarakat, seperti pemahaman tentang Fiqih sosial, toleransi antar etnis, dan agama. Sejauh yang kita amati, Fiqih klasik cenderung mengedepankan sudut pandang antagonistik bahkan penolakan terhadap komunitas agama lain. Banyak konsep Fiqih menempatkan penganut agama lain lebih rendah ketimbang umat Islam sehingga berimplikasi meng-exlude atau mendiskreditkan mereka. Tawaran Fiqih sosial kontemporer, Fiqih keindonesiaan dalam diskursus sosial akan menjadi suntikan pemersatu masyarakat di tengah ramainya panggung politik di tahun ini.

Turut menjadi presenter pendamping mewakili kampus INSURI Ponorogo dalam kegiatan tersebut adalah Wahyu Hanafi, M.Pd.I dan Nafi'ah, M.E.Sy dengan tema paper "Naddzriyah Majal al-Ma'naa li Istiqra'iyyah al-Ahkam al-Islamiyyah: Tafsiiru Ahaadits Aadabi al-Iqtishaadiyyah al-Islamiyyah Binnaddzri Ila 'Ilmi al-Dalaalah". Hanafi menjelaskan bahwa dalam memahami literatur sumber Islam hadis yang bertema hukum  ekonomi Islam tidak harus menggunakan satu dan dua pendekatan sajah, akan tetapi di sisi lain hadis perlu dikaji dengan pendekatan yang lintas disipliner dengan menyesuaikan kontekstualisasi hadis. Pendekatan semantik merupakan salah satu pendekatan dalam metodologi studi Islam yang berbasis linguistik yang pada saat ini banyak digunakan oleh para linguis dan sarjana muslim dalam memahami literatur-literatur klasik-kontemporer. Sementara itu, Arik Dwijayanto, M.A dan Dawam M. Rohmatullah, M.Hum mempresentasikan papernya dengan judul "Living Sharia Identity of The Javanese Muslim Descendants in Malaysia". Arik menjelaskan bahwa tadisi pernikahan masyarakat keturunan Jawa yang berdiaspora ke Malaysia telah menyesuaikan dengan syariat Islam yang berlaku di Malaysia. Tradisi pernikahan masyarakat Jawa yang memiliki nilai kearifan lokal tanah Jawa ternyata masih mampu berdialog dengan tradisi syariat Islam yang di terapkan di negeri Jiran tersebut. Akhir kata kegiatan ini akan membawa banyak sisi positif kepada pihak-pihak akademisi yang terkait baik dalam sisi penambahan relasi jaringan, komunikasi, kerjasama, dan lain.lain.

***