Ikuti Kami di :            

INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI

Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo, Telp. (0352) 461037

Memeperkenalkan Budaya Fakultas Tarbiyah dengan Orientasi

October, 09 2018 15:40
Oleh HUMAS INSURI Po.

Sabtu (6/10) Orientasi mahasiswa merupakan babak awal pengenalan atsmosfir perguruan tinggi kepada mahasiswa baru. Fakultas Tarbiyah INSURI Ponorogo yanng merupakan fakultas paling awal di institusi berdiri sejak tahun 1968 yang dulu bernama Universitas Sunan Giri (UNSURI) kini menggelar orientasi fakultas. Orientasi fakultas Tarbiyah ini diselenggarakan oleh dewan mahasiswa fakultas Tarbiyah (Dema Fakultas).

Fikri selaku ketua dewan mahasiswa fakultas Tarbiyah menggelar kegiatan ini dengan akronim OSFATA (Orientasi Fakltas Tarbiyah). Kegiatan yang bertema “rekonsiliasi mahasiswa tarbiyah demi terwujudnya insan terdidik yang profesional, berkarakter dan berjiwa organisatoris” telah diikuti oleh ratusan mahasiswa fakultas Tarbiyah yang terbagi dari berbagai progam studi yang meliputi prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Menurut laki-laki yang kini sedang duduk di semester lima prodi PAI tersebut, kegiatan ini guna mengenalkan mahasiswa baru terkait bebagai bidang yang meliputi akademik, kemahasiswaan, sarana, sistem informasi akademik, dan berbagai hal yang terkait kefakultasan.

Serangkaian acara ceremonial dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci al-Qur’an, sambutan dari ketua panitia  Khumaidi, ketua dema fakultas Tarbiyah Fikri, presiden mahasiswa Siswanto, dan terakhir sambutan dari dekan fakultas Tarbiyah INSURI Po. Jauhan Budiwan, M.Ag selaku dekan fakultas Tarbiyah memberikan sambutan di tengah sesi acara. Ia menegaskan bahwa fakultas Tarbiyah INSURI Po telah menjadi pionor sejak dulu di ranah publik, parlemen pemerintahan dan masyarakat. Hal ini terbukti dengan banyaknya alumni fakultas Tarbiyah INSURI Po yang bekerja di beragai instansi pemerintahan baik secara struktural maupun fungsional, selain itu banyak alumni fakultas Tarbiyah INSURI Po yang telah menjadi tokoh dalam masyarakat seperti kyai, pemuka agama, ketua organisasi dan lain sebagainya. Karena sudah menjadi “maha”, maka mahasiswa yang saat ini belajar di perguruan tinggi harus menyeimbangkan antara kemampuan akademik dan kemahasiswaan. Kemampuan akademik sebagai bekal mahasiswa dalam menganalisis permasalahan keilmuan yang kini terus berkembang selaras dengan perkembangan zaman, sedangkan kemahsiswaan yang berupa organisasi sebagai bekal mahasiswa menjadi pemimpin, mediator, dan dinamisator guna melakukan perubahan dan berkontribusi di tengah-tengah masyarakat.

Kegiatan ceremonial berlangsung khidmat di aula INSURI Po hingga penutupan disertai doa yang dibacakan oleh Wahyu Hanafi, M.Pd.I. Setelah proses ceremonial kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan antara kaprodi masing-masing dengan mahasiswa. Selain itu mahasiswa akan menggelar apresiasi seni berupa teater, musik, drama di malam harinya.

***