Ikuti Kami di :            

INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI

Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo, Telp. (0352) 461037

Ratusan Mahasiswa INSURI Po Memakai Sarung Menyambut HSN

October, 23 2018 10:56
Oleh HUMAS INSURI Po.

Senin (22/10) Sejak tahun 2015 lalu, Hari Santri Nasional (selanjutnya ditulis dengan HSN) diperingati tiap tanggal 22 Oktober. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2015 yang diteken Presiden Jokowi pada 15 Oktober tahun yang sama, masyarakat dari kalangan santri memeriahkan peringatan HSN ini dengan semarak. Secara historis, penetapan HSN pada tanggal ini tak terlepas dari keberadaan Resolusi Jihad yang diterbitkan pada 22 Oktober 1945 oleh Hadlratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari bersama ulama sepuh lainnya.

Maklumat Rais Akbar NU tersebut berisi perintah jihad (dengan berperang) bagi seluruh warga muslim yang aqil baligh(berakal dan cukup umur) dalam radius 94 km dari Surabaya. Resolusi Jihad tersebut terbit tentunya bukan tanpa latar belakang, pertama, karena kedatangan pasukan kolonial yang hendak kembali menjajah Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Kedua, besarnya sikap cinta tanah air yang dimiliki oleh kaum santri, khususnya yang menjadi pengikut KH. Hasyim Asy’ari. Sehingga ketika instruksi tersebut disampaikan, puluhan bahkan ratusan ribu masyarakat mematuhinya dengan terjun ke medan laga di Surabaya dan sekitarnya, begitulah pernyataan Dawam M. Rohmatulloh dalam artikelnya di ruangdiskusi.com yang baru saja dirilis.

Selebrasi HSN ke III di tahun ini kini tampak marak di nusantara yang dirayakan oleh berbagai lapisan masyarakat mulai dari ulama, pengelola pondok, pengurus madrasah diniyah, asatidz, santri, dan masyarakat muslim khususnya. Keputuasan Presiden Jokowi ini telah memberikan peran dan fungsi santri guna merevitalisasi agama dan perdaban bangsa. Selain itu, keputusan presiden juga sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian pemerintah kepada kaum santri.

Menanggapi hal tersebut, kampus INSURI Ponorogo turut mewarnai dalam menyambut HSN. Tampak ratusan mahasiswa menggenakan sarung dan songkok saat pembelajaran di kampus. Maklumat ini dikuatan dengan dikeluarkannya surat edaran rektor yang diteken pada tanggal 16 Oktober 2018 bahwa dalam rangka menyambut HSN ke III pada tanggal 22 oktober 2018 diharapkan semua dosen, karyawan, dan mahasiswa putra memakai pakaian ala santri (bersarung), sedangkan mahasiswa putri untuk menyesuaikan busana santri, mulai hari Senin s/d Selasa, tanggal 22 sd/23 Oktober 2018.  Corak busana mahasiswa dan mahasiswi INSURI Po dalam menyambut HSN dua hari ini bukan sekedar fashionable, akan tetapi memiliki landasan filosofis dan histioris bahwa awal mula revitalisasi pendididkan Islam ialah saat santri mengaji di pondok dan surau yang kemudian bergerak ke ruang lembaga pendidikan Isam formal baik Madrasah maupun Perguruan Tinggi Islam. Selain itu, hasil rapat DEMA INSURI Po beserta seluruh organisasi intra kampus dalam menyambut Dies Maulidiyyah INSURI Po yang ke-50 dan HSN juga akan diadakan lomba tumpeng.

***