Ikuti Kami di :            

INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI

Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo, Telp. (0352) 461037

Gerakkan Literasi Mahasiswa NU Program Studi Bahasa Arab INSURI Gelar Seminar Bahasa

January, 05 2019 12:00
Oleh HUMAS INSURI Po.

Ponorogo, 28/12/2018 - Untuk meningkatkan budaya literasi dikalangan mahasiswa khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, HMPS PBA INSURI Ponorogo menggelar  Seminar Kebahasaan dengan narasumber DR. Sutedjo M.Hum (Budayawan dan Dosen Kopertis 7), Rizki Amalia Solihah, M.Pd (Kandidat Doktor Linguistik UGM) dan Wahyu Hanafi (Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab INSURI Ponorogo). 

Kegiatan Seminar yang dilaksanakan di Gedung Aswaja INSURI Ponorogo, tersebut diikuti sekitar 100 orang mahasiswa INSURi, dan beberapa undangan dari para penggiat literasi di Ponorogo. Kegiatan ini berlangsung mulai jam 14.00 dan berakhir 16.30, diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber oleh Wakil Rektor INSURI Dr. Murdianto, M.Si. 

Dalam seminar tersebut diungkap bahwa mahasiswa yang mengambil jurusan bahasa dan sastra/pendidikan bahasa harus melek teknologi, menguasai digitalisasi bahasa yang kini sedang menjamur di dunia akademik. Digitalisasi bahasa merupakan media virtual guna mengakses informasi secara online. Literatur-literatur yang bernuansa linguistik dan sastra sudah semakin menipis dalam bentuk media cetak. Semua sudah dikuasai pasar dunia maya baik dari bentuk jurnal internasional-nasional dengan berbagai indeks-nya, portal web yang menyajikan buku-buku terbaru, kamus pelestarian bahasa dan budaya daerah, dan lain sebagainya. Semua cukup dengan genggaman jari dari smartphone.

Mahasiswa harus berlatih berpikir dialektis. Relasi determinasi resiprokal yang menjalin relasi negasi dari afirmasi-negasi-afirmasi high level, atau dalam tatanan tesis-antitesis-sintesis dan seterusnya. Bahasa dan sastra merupakan konstelasi filsafat yang memiliki ruang luas dan terkadang membutuhkan daya sepekulasi dan imajinasi tinggi sembari diskursus bahasa yang dapat divalidasi secara ilmiah.

Mahasiswa bahasa Arab harus berpikir kritis dan positif. Mahasiswa jurusan bahasa dan sastra/pendidikan bahasa harus senantiasa kritis terhadap informasi-informasi politik, sosial, hukum, dan pendidikan. Informasi berita yang ditayangkan oleh berbagai media tidak boleh dijustifikasi kebenarannya secara mutlak. "Informasi harus diselidiki dari fakta dan data baru kemudian diambil kesimpulan. Semua mempunyai regulasi public relation. Dalam perspektif pragmatik, komunikasi dengan tindak tutur verbal mempunyai nilai pengaruh yang cukup signifikan dibanding dengan tindak tulis non-verbal." Demikian sebagaimana diungkap oleh Rizki Amalia Sholihah, M.Pd, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Mahasiswa bahasa dan sastra/pendidikan bahasa diharapkan memiliki kecerdasan linguistik yang baik, terampil berkomunikasi dengan menyesuaikan emosi komunikan. Bahasa dalam fungsi afektif harus diimplementasikan dengan maksim kualitas dan kuantitas. Akan tetapi, terkadang juga membutuhkan fungsi estetik dalam kondisi tertentu seperti apresiasi sastra dan seni. Sastra adalah kebutuhan mahasiswa yang mengambil jurusan bahasa/sastra/pendidikan bahasa. Menjadi materi pokok yang harus digeluti setiap hari.

Doktor Sutedjo menegaskan bahwa "Mahasiswa bahasa dan sastra/pendidikan bahasa harus menulis minimal mempunyai buku diary. Belajar menulis dari hal yang ringan, pengalaman pribadi, sesuatu yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Menulis fiksi dan karya sastra dari cerpen, puisi, syair, dan essay. Salurkan keresahan pribadi dengan jalur tulisan yang kemudian dibukukan. Tetapi mahasiswa juga harus mengimbangi menulis ilmiah seperti jurnal dan paper. Semua tulisan dapat dipublikasi lewat jalur daring dan luring."

Beberapa hal penting dalam seminar ini adalah "pertama, Jika engkau ingin menjadi penulis, maka bertemanlah dengan penulis, atau mempunyai suami/istri penulis. kedua, Jangan sekali-kali menyakiti hati penulis jika nama anda ingin diabadikan dalam karya penulis. ketiga,  Sesekali ungkapkanlah kata-kata yang ringan tapi dikemas dengan narasi puitis agar komunikan lebih ter-obsesi. keempat, Jika ingin menjadi penulis yang baik, maka jadilah pembaca yang baik. Bacalah karya siapapun dan jangan mencelanya. Kelima, hargailah dirimu dengan tulisan, karena sepandai apapun orang tetapi dia tidak menulis, maka namanya akan sirna ketika wafat." demikian ungkap Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab INSURI Wahyu Hanafi, M.Pd.I